Workshop Percepatan Publikasi dengan Artificial Intelegence dan NVivo 12 Plus yang di selenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIP) Muhammadiyah Sinjai bekerjasama dengan Jusuf Kalla School of Government, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (JKSG-UMY) berdampak positif terhadap perkembangan publikasi melalui pendekatan metodologi kualitatif terutama pada bidang social, politik, Pemerintahan dan humaniora.

Hal itu di ungkapkan oleh Direktur JKSG-UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M. Sc di awal pemaparan materinya  di Ruang Pertemuan STISIP Muhammadiyah Sinjai, Sabtu (18/1/2020)

“Problem utama Dosen dan Mahasiswa terutama di lingkungan social dan humaniora adalah kurangnya tulisan dan publikasi pada jurnal bereputasi baik nasional maupun internasional, selain karena kebiasaan menulis deskriptif melalui metodologi kualitatif, juga disebabkan kurangnya pengetahun untuk mengases informasi aplikasi-aplikasi IT yang dapat menunjang penilitian”

Nurmandi menyampaikan jika dari tahun ketahun tidak ada inisitaif untuk mempelajari berbagai macam aplikasi penilitian maka dikhawatirkan Produktifitas Dosen dan Mahasiswa akan menurun sering perkembangan digital.

“Metodologi penelitian kualitatif dapat dikembangkan dari deskriptif menjadi penelitian dengan pola yang menarik dan berbasis angka-angka atau data-data objektif. melaui Aplikasi/Software NVivo 12 Plus”

Professor yang sering meluangkan waktunya untuk bermain sepak bola tersebut, secara sistematis menjelaskan perkembangan era industri mulai 1.0 hingga era big data 4.0, dihadapan 40 orang peserta yang ikut pada acara Workshop di Kampus yang beralamat di Jalan Teuku Umar No. 8 Biringere, Kecamata Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan. Menegaskan bahwa NVivo12 Plus dapat membantu tulisan artikel para Dosen dan mahasiswa untuk dipublikasi di jurnal-jurnal yang terakreditasi baik Sinta maupun Scopus. Termasuk untuk pemenuhan syarat peningkatan karir dosen, dari Asisten Ahli, menjadi Lektor, Lektor ke Lektor Kepala hingga Professor.

“Dosen mempunyai tanggung jawab akademik yang sangat kompleks, selain mengajar, mereka juga dituntut untuk menulis dan mempublikasikan karyanya. Ingin meningkatkan karir akademik tidak cukup mengajar saja, namun harus menerapkan Tri Darma dan Catur Darma jika salah satu di antranya tidak terpenuhi maka keinginan untuk meningkatkan karir tidak bisa dicapai. Dosen harus dapat poin kredit, dilihat dari citasi publikasinya. Tentu dampaknya juga ke Program Studi dan Intitusi tempat mengajar”

Wakil Rektor 5 Bidang Kerjasama dan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu, berharap agar civitas STISIP Muhammadiyah Sinjai mampu menerapkan budaya publikasi, mendorong mahasiswa untuk menulis. Apalagi tahun ini STISIP Muhammadiyah Sinjai akan berubah status menjadi Universitas sehingga civitasnya harus progres, termasuk berusaha membuat Repository, agar karya Skripsi dan Publikasi Mahasiswa bisa di arsipkan dan di akses secara online.

Diselah-selah acara sejumlah peserta mengajukan pertanyaan terkait subjektifitas Aplikasi NVivo, salah satunya misanya Bapak Sulkifli Arifin, S. Sos., M. Pd, Dosen Sosiologi STISIP Muhammadiyah Sinjai tersebut dengan rasa penasarannya ingin mengetahui apa sih kelebihan lain dari NVivo, apakah bersifat subjektif ?.

Dian Suluh Kusuma Dewi, S. Sos.I., M. AP yang juga hadir mengisi acara yang berlangsung hingga Ahad, 19 Januari 2019 menjelaskan bahwa sesungguhnya Nvivo justru Mengatasi Subjektivitas dalam Penelitian Kualitatif.

“Tantangan terbesar bagi peneliti kualitatif adalah subjektivitas (researcher-biased), validitas, dan  reaktivitas. Tantangan tersebut cukup sulit diatasi jika peneliti menganalisis data secara manual. Oleh karena itu, NVivo membantu untuk memisahkan data yang bersumber dari informan, peneliti, serta secondary sources (buku, laporan hasil penelitian, dokumen-dokumen sejarah, artikel-artikel jurnal, isi website, berita online, prosiding konferensi, memos, catatan lapangan, anotasi bibliografi, dan bahkan jurnal harian peneliti yang tersimpan dalam NVivo). NVivo memastikan bahwa data bersumber dari lapangan. NVivo efektif untuk triangulasi data dan triangulasi peneliti. NVivo juga memberi ruang seluas-luasnya kepada tim peneliti untuk bekerja dalam NVivo”.

Dian yang saat ini dalam proses penyelesaian Studi Doktoral Politik Islam, Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogykarta mengungkapkan bahwa dengan NVivo, peneliti kualitatif dan juga mixed-methods dapat secara efisien dan efektif melakukan koding analitis terhadap data, baik data kualitatif maupun data kuantitatif yang telah diolah dalam program excel dan/ SPSS.

Peneliti juga dapat mempresentasikan hasil analisis data dengan model diagram dan grafik untuk tujuan analisis tematik, isi, komparatif, dan bahkan menganalisis hubungan asosiatif, satu arah, dan simetris. Terutama untuk triangulasi, melihat nilai Kappa dan Agreement.

Dosen tetap Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Jawa Timur itu memaparkan bahwa NVivo juga dapat menampilkan proses koding pada apendiks penelitian untuk menujukkan proses analisis yang konsisten dan akurat. Demikian juga tampilan berbagai output NVivo mampu menujukkan kredibilitas dan keabsahan data penelitian kualitatif.

Sekedar diketahui Sejarah NVivo bahwa NVivo dibuat pada tahun 1981 oleh programer Tom Richards.Pada awalnya NVivo diberi nama NUD*IST (Non-Numerical Unstructured Data Indexing Searching and Theorizing). Sampai tahun 1995, NUD*IST sangat berkembang di Amerika Serikat dan Inggris terutama setelah Lyn Richards dan Tom Richards mendirikan QSR International dan bekerja sama dengan SAGE Publications Hasilnya, lebih dari 100,000 orang di 70 negara pada tahun 2000 memiliki lisensi N5 atau versi ke-5 dariNUD*IST.

Sejak tahun 2002, NUD*IST diganti dengan nama NVivo N’ merupakan singkatan dari NUD*IST dan ’Vivo’ diambil dari istilah pakar penelitian grounded theory (Strauss, 1987; Glasser, 1978), yaitu ’in-vivo’ yang berarti melakukan koding berdasarkan data yang nyata (hidup), dialami partisipan di lapangan.

Penamaan NVivo menunjukkan bahwa fungsi utama software ini adalah untuk melakukan koding data dengan efektif dan efisien.  Karena itu, kunci untuk dapat melakukan presentasi data dalam bentuk tabel, grafik, diagram, dan model bagi peneliti kualitatif yang menggunakan NVivo adalah bagaimana melakukan koding terhadap sumber data penelitian.

NVivo yang powerful dalam data koding ini telah menarik minat lebih dari 200,000 akademisi dan peneliti yang menggunakan NVivo2 sampai tahun 2004. Pada tahun 2006, QSR International berhasil mengembangkan NVivo7 yang dapat menganalisis data berupa teks dan audio, tetapi belum dapat menganalisis data yang bersumber dari foto dan video. NVivo9 menutupi kekurangan tersebut sehingga ketika NVivo10 diliris pada tahun 2012, peneliti kualitatif dan mixed-methods tidak hanya dapat menganalis data berupa teks, foto, audio, dan video tetapi juga mampu melakukan capture terhadap video YouTube dan Website termasuk media sosial seperti Facebook, Twitter dan LinkedIn

Pada tahun 2015, hadir NVivo11 dengan versi NVivo 11 Starter, NVivo 11 Pro, dan NVivo11Plus for Windows dan NVivo11 for Mac. Perbedaan ketiganya terletak pada kemutakhiran masing–masing dalam konteks manajemen dan analisi data non-numerik. Tahun 2017, hadir NVivo12 dengan versi sama dengan NVivo11 Perbedaan NVivo 12 dengan NVivo 11 pada masing-masing versi terletak pada kemutakhiran juga  NVivo12 lebih user friendly.